Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah kapal Dali menabrak Jembatan Francis Scott di Baltimore, Amerika Serikat (AS), hingga roboh Selasa lalu. Sebuah informasi terbaru mengungkapkan mengenai kondisi kapal tersebut dan siapa pemiliknya.

Laksamana Muda Penjaga Pantai AS Shannon Gilreath mengungkapkan kapal tersebut akan menjalani perawatan. Namun ia mengaku belum mengetahui kondisi mesin kapal saat masih berada di Pelabuhan Baltimore.

Dia juga mengungkapkan kapal yang berlayar dari Baltimore ke Sri Lanka itu dimiliki oleh Grace Ocean Private Ltd. Saat kejadian raksasa pelayaran Denmark Maersk mengatakan pihaknya telah menyewa kapal berbendera Singapura itu.

“Kami diberitahu bahwa mereka akan melakukan perawatan mesin rutin selama berada di pelabuhan. Dan itulah satu-satunya hal yang kami ketahui tentang kapal tersebut,” katanya diungkap Associated Press, dikutip Jumat (29/3/2024).

Synergy Marine Group, yang mengelola kapal tersebut, mengatakan insiden itu terjadi saat berada di bawah kendali pilot yang berjumlah satu orang atau lebih. Diketahui, pilot merupakan spesialis lokal yang membantu memandu kapal dengan aman masuk dan keluar pelabuhan.

“Kapal tersebut lolos inspeksi negara pelabuhan asing pada bulan Juni dan September 2023. Dalam inspeksi bulan Juni 2023, alat pengukur tekanan bahan bakar yang rusak diperbaiki sebelum kapal meninggalkan pelabuhan,” kata otoritas pelabuhan Singapura dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Kami akan melakukan penyelidikan sendiri selain mendukung pihak berwenang AS,” tambah otoritas pelabuhan Singapura.

Sebelumnya, pada Selasa lalu, Kapal Dali yang bertolak dari pelabuhan Baltimore menghantam salah satu pilar Jembatan Francis Scott, yang merupakan salah satu jalan arteri di kota Negara Bagian Maryland itu. Video yang beredar menunjukan Dali yang menghantam salah satu pilar jembatan yang seketika merobohkannya.

Saat kejadian, terdapat beberapa pekerja perusahaan konstruksi yang sedang melakukan perbaikan di jembatan itu. Sejauh ini, 2 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sementara 4 lainnya masih dilaporkan hilang.

Sementara itu, robohnya Jembatan Francis Scott diperkirakan akan menimbulkan gangguan besar di wilayah Pantai Timur AS. Ini disebabkan ditutupnya pelabuhan itu karena insiden ini.

Padahal, Pelabuhan Baltimore adalah titik masuk yang sibuk di sepanjang Pantai Timur untuk kendaraan baru buatan Jerman, Meksiko, Jepang, dan Inggris, serta batu bara dan peralatan pertanian.

Lalu lintas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan ditangguhkan tanpa batas waktu. Windward Maritime, sebuah perusahaan manajemen risiko maritim, mengatakan datanya menunjukkan peningkatan jumlah kapal yang berlabuh untuk menunggu masuk pelabuhan itu.

“Banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya pelabuhan untuk segala hal,” kata seorang warga Baltimore bernama Cat Watson, yang setiap hari menggunakan jembatan itu untuk bekerja dan tinggal cukup dekat dengan Jembatan Francis Scott.

Berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih, Menteri Transportasi Pete Buttigieg mengatakan Administrasi Presiden Joe Biden fokus pada pembukaan kembali pelabuhan dan pembangunan kembali jembatan. Namun ia mengaku, pembangunan jembatan aslinya membutuhkan waktu lima tahun untuk selesai.

“Prioritas lainnya adalah menangani masalah pengiriman. Kami berencana bertemu pada hari Kamis dengan pejabat rantai pasokan,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Detik-Detik Jembatan Ikonik Baltimore AS Ambruk, Patah Jadi 2


(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *