Jakarta, CNBC Indonesia – Sepekan lagi, masyarakat muslim tanah air akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Seperti biasa, perayaan akan diikuti dengan aktivitas mudik ke kampung halaman.

CNBC Indonesia, selama 29-31 Maret 2024 mengecek kesiapan infrastruktur yang akan dilalui pemudik nanti. Salah satunya rute Jakarta – Padang menggunakan jalur darat.

Jalur darat tentunya menjadi pilihan pemudik. Hal ini mengingat harga tiket pesawat yang sangat mahal. Bahkan untuk tanggal 6 – 10 April, penumpang diarahkan untuk transit ke Malaysia terlebih dahulu, sebelum menuju Padang.

Menuju Padang menggunakan mobil pribadi, pemudik harus mempersiapkan beberapa hal. Antara lain memastikan fisik dalam kondisi baik, mengecek kesiapan kendaraan hingga keuangan. Pastikan bahan bakar mobil terisi penuh, uang elektronik sesuai tarif tol terbaru dan aplikasi pembayaran kapal penyeberangan.

Jakarta menuju Merak membutuhkan waktu sekitar 2,5-3 jam (dalam situasi normal). Ada beberapa titik di jalan tol tengah dalam perbaikan yang diperkirakan bisa selesai sebelum akhir pekan.




Kondisi jalan tol dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando)Foto: Kondisi jalan tol dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando)
Kondisi jalan tol dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando)

Sebelum tiba di pelabuhan Merak, usahakan memesan tiket terlebih dahulu melalui aplikasi Ferizy. Ada beberapa ketentuan pemesanan berikut informasinya tersedia di aplikasi. Termasuk pemesanan yang hanya dapat dilakukan 4710 meter sebelum pelabuhan Merak. Apabila terlewat, maka penumpang boleh kembali atau menggunakan jasa pembelian tiket di sekitar pelabuhan, namun Rp20.000-30.000 lebih mahal.

Area pelabuhan masih terpantau rapi, meski tengah dalam penataan kembali jelang mudik. Ada jalur cepat dan reguler yang bisa dipilih penumpang. Diharapkan macet panjang pada 2022 silam tidak kembali terulang.

Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Bakauheni, Lampung bagi kelas reguler adalah 3 jam. Pada saat di kapal, penumpang bisa menggunakan fasilitas di dalam kapal.




Situasi Pelabuhan Merak. CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).Foto: Situasi Pelabuhan Merak. CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).
Situasi Pelabuhan Merak. CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).

Turun dari kapal, mobil bisa langsung melaju melalui tol hingga Palembang, Sumatera Selatan. Pengguna Tol dari Bakauheni ke Terbanggi Besar harus merogoh kocek Rp 189.500. Sedangkan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung tarifnya Rp 170.500. Terakhir ada Tol Kayu Agung – Kramasan tarifnya Rp 50.000. Jadi secara total tarifnya Rp 410.000.

Sementara itu, apabila pemudik meneruskan dari Palembang sampai Indralaya hingga ke Prabumulih, maka tarifnya ditambah Rp 170.000.

Kondisi jalan selama berada di Lampung terpantau cukup mulus. Ada 2-3 titik tengah dalam perbaikan kecil.




Situasi tol Trans Sumatera Lampung menuju Palembang. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).Foto: Situasi tol Trans Sumatera Lampung menuju Palembang. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).
Situasi tol Trans Sumatera Lampung menuju Palembang. (CNBC Indonesia/Maikel Jefriando).

Sementara itu, saat berada di Sumatera Selatan kondisi jalan cukup buruk. Banyak lubang sangat mengganggu laju mobil, mulai dari ukuran kecil dan sedang. Perbaikan jalan tampak sedang berlangsung, diharapkan selesai lebih cepat. Jika tidak, maka akan menimbulkan kemacetan.

Masalah berikutnya, sepanjang tol juga minim penerangan. Pemudik yang berencana tetap berkendara saat malam hari harap berhati-hati.

Rest Area tersedia cukup banyak, meskipun fasilitasnya tidak seperti tol di Trans Jawa. Secara umum, pemudik bisa istirahat, makan, sholat dan menggunakan fasilitas toilet serta mengisi BBM.

Dari Palembang menuju Jambi, pemudik bisa menggunakan jalan Lintas Sumatera karena proyek tol belum tesambung. Waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 7 jam.

Kondisi jalan di awal cukup baik. Memasuki Bayung Lencir Jambi, jalan rusak sering ditemui. Pemudik harap waspada, terutama bila berkendara di malam hari.

Lanjut ke Padang, pemudik membutuhkan waktu selama 12 jam. Area yang harus diwaspadai adalah Kabupaten Tebo, Jambi dan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Ada banyak titik lubang mengganggu perjalanan.

Khusus wilayah Dharmasraya, juga ada skema buka tutup karena proses pengecoran jalan. Setidaknya sekitar 5km, pengendara harus bersabar dengan kecepatan 20-30 km/jam. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan pemudik saat melewati jalan terekstrem di Indonesia dengan tikungan dan tanjakan yang curam yaitu Sitinjau Lauik.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Pemerintah ‘Ramal’ 193,6 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran 2024


(mij/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *