Jakarta, CNBC Indonesia – Para petinggi industri kendaraan bermotor mobil maupun sepeda motor buka suara soal penjualan yang drop di awal 2024.

Penjualan mobil telah terkontraksi delapan bulan berturut-turut hingga akhir Februari 2024 penjualannya minus 18,8% secara tahunan atau year on year. Sementara itu, penjalan sepeda motor telah terkontraksi selama enam bulan berturut-turut hingga ke level minus 2,9%.

Dari beberapa pengakuan petinggi perusahaan otomotif ternyata ada beberapa faktor penyebab drop-nya penjualan kendaraan bermotor.

Produsen mobil seperti Toyota menaruh perhatian pada pengetatan kredit dalam proses leasing atau perusahaan pembiayaan. Hal ini menjadi tantangan khususnya dalam menghadapi pengetatan kredit dari lembaga penyaluran atau perbankan, yang berdampak pada penjualan.

“Cuma yang kita concern adalah penurunan dari ekonomi, salah satunya dari kredit. Apakah terus apa tidak, nggak tahu. Kredit juga sekarang lebih selektif, informasi dari teman-teman kredit, NPL ada peningkatan. Ini impact terhadap market juga,” ujar Direktur Marketing Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy dikutip Selasa (2/5/2024).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) Atsushi Kurita mengungkapkan bahwa penyebab turunnya penjualan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor pemilu.

“Saya tidak dapat menyangkal bahwa pasar otomotif menghadapi banyak rintangan. Faktor-faktor seperti inflasi, kenaikan suku bunga, pengurangan subsidi bahan bakar, dan masalah politik. Selain itu, penjualan kami juga sangat terpengaruh oleh persaingan yang ketat di pasar dalam negeri situasi demikian,” kata Kurita di MMKSI Annual Media Gathering, kemarin.

Kalangan pabrikan motor menilai penurunan penjualan sepeda motor secara nasional pada dua bulan awal ini karena beberapa faktor, mulai dari kenaikan bahan pokok, kondisi cuaca dan sebagainya. Akibatnya daya beli dan kemampuan masyarakat ikut berpengaruh karena kegiatan ekonomi juga terdampak perubahan cuaca tersebut.

“Harga komoditi sebenarnya masih tinggi tetapi tidak naik, itu pengaruh juga. Jadi yang lebih banyak terpengaruh pulau Jawa sebenarnya, kenapa karena curah hujan tinggi jadi panen tertunda. Kemudian beberapa daerah ada yang terdampak bencana alam, ternyata itu berpengaruh buat kami,” Octavianus Dwi Putro, Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM).

Namun, Ia yakin data penjualan bulan Maret bakal lebih baik dari bulan sebelumnya. Salah satu pendorongnya adalah momentum Lebaran dimana banyak masyarakat membutuhkan kendaraan untuk bermobilitas.

“Kemudian kalau dilihat, itu data AISI, ketika AISI itu kan distribusi, itu tidak turun-turun amat tetapi memang kita mau menyehatkan stok ada juga di situ, stok di market yang mau kita jaga tetapi cukup ketika menjelang lebaran ini. Maret ini rasanya baik kami atau yang lain distribusinya akan lumayan terutama menjelang lebaran,” sebut Octa.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti secara khusus tren penjualan mobil dan motor yang anjlok drastis pada akhir Februari 2024. Meskipun ia meyakini tingkat konsumsi masyarakat masih sangat baik.

Ia mengatakan, penjualan mobil telah terkontraksi delapan bulan berturut-turut hingga akhir Februari penjualannya minus 18,8% secara tahunan atau year on year. Sementara itu, penjalan sepeda motor telah terkontraksi selama enam bulan berturut-turut hingga ke level minus 2,9%.

“Ini berarti untuk pembelian barang durable goods seperti mobil dan motor mengalami tekanan. Meski, consumer index kuat. Ini yang perlu kita jaga” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN, Senin (25/3/2024).

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Penjualan Mobil RI Nyaris 85.000 Unit, Ini Dia Merek Terlaris


(hoi/hoi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *