Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tengah menggelar pemaparan hasil monitoring dan evaluasi pelayanan publik tahunan, yang termasuk di dalamnya masalah pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Hasil dari monitoring dan evaluasi atau monev itu nantinya akan disampaikan ke kementerian atau lembaga melalui Surat Menteri PANRB pada April 2024. Meski demikian, Kementerian PANRB mencatat, masih ada instansi yang tidak 100% menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

“Secara formal, hasil monev ini akan disampaikan kemudian melalui Surat Menteri PANRB pada April 2024 kepada seluruh kementerian dan lembaga,” ungkap Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Layanan Publik Kementerian PANRB Ajib Rakhmawanto dikutip dari siaran pers, Rabu (3/4/2024).

Ajib mengingatkan, partisipasi masyarakat seperti penyampaian aspirasi dan pengaduan merupakan ujung tombak yang berdampak terhadap perbaikan kualitas pelayanan publik sehingga muncul kepercayaan dari masyarakat. Maka, pemerintah perlu bekerja sama dengan masyarakat demi perbaikan pelayanan publik.

Berdasarkan hasil monev tersebut, Ajib meminta agar seluruh kementerian dan lembaga menyusun rencana aksi pengelolaan pengaduan tingkat instansi. Ini untuk kepastian tindak lanjut atas laporan dari masyarakat dapat dikelola hingga 100%.

Selain itu, instansi menurutnya perlu secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan berbagai media supaya ada peningkatan peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kemudian, instansi juga harus dapat mengolah dan memanfaatkan data pengaduan untuk ditindaklanjuti sebagai upaya peningkatan kualitas dan perbaikan pelayanan publik.

“Kami juga meminta tiap instansi agar memastikan keberlanjutan pengelolaan pengaduan secara efektif. Kementerian PANRB terbuka untuk melakukan sharing atas pengelolaan pengaduan dan terus memantau bagaimana tiap instansi mengelola pengaduan melalui LAPOR!,” ucapnya.

Kementerian PANRB mencatat, secara nasional terdapat peningkatan jumlah laporan yang masuk pada 2023 dibanding tahun sebelumnya. Jumlahnya mencapai 176.853 laporan atau meningkat 30 persen dari 2022. Jumlah laporan ini didominasi oleh laporan yang masuk untuk kementerian dan lembaga sebanyak 60,39%.

Adapun persentase tindak lanjut dari laporan itu baru sebesar 85,2%, dan untuk tahun ini target tindaklanjutnya mencapai 90%. Untuk mencapai target tindaklanjut laporan ini, Kementerian PANRB meminta tiap instansi mengetahui kendala dan permasalahannya masing-masing.

Hasil monev 2023 menunjukkan bahwa terdapat 42 instansi yang belum terhubung dengan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau LAPOR!. Terkait dengan persentase tindak lanjut, terdapat 47 instansi yang telah 100% melakukan tindak lanjut terhadap pengaduan.

Namun, sisanya di bawah itu, dengan 24 instansi yang tindak lanjutnya di kisaran 86-99%, dan sebanyak 61 instansi berada diantara 51-85% hingga di bawah 50% untuk persentase tindak lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Pengumuman! 850.000 PNS Pensiun Dalam Waktu Dekat


(arm/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *