Jakarta, CNBC Indonesia – Harga bawang putih terus melanjutkan kenaikannya sejak tahun lalu. Di mana berdasarkan panel harga Badan Pangan, harga bawang putih secara rata-rata nasional per tanggal 3 April 2024 berada di level Rp41.730 per kg. Angka ini terpantau jauh dari harga eceran tertinggi (HET) bawang putih yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp32.000 per kg. Bahkan hari ini harganya ada di kisaran Rp42.310 per kg.

Anggota Perkumpulan Pengusaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo), Jaya Sartika menyebut sejumlah faktor yang menyebabkan harga bawang putih di pasaran terus melambung tinggi, diantaranya perizinan impor yang tidak jelas hingga harga bawang putih internasional yang juga tengah mengalami kenaikan.

“(Harga di pasaran naik karena) masalah impor sama dengan tahun sebelumnya, sulit dan tidak menentu. RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) sudah dirilis, (tapi) SPI (Surat Persetujuan Impor) nya yang tidak menentu,” ungkap Jaya kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/4/2024).

Meski demikian, Jaya pun tak menampik soal layanan RIPH oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yang kerap menghambat importasi bawang putih untuk pemenuhan di dalam negeri. Namun ia menekankan bahwa masalah utama dari perizinan impor salah satu bumbu dapur ini, ada pada penerbitan SPI oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).




Harga bawang putih makin mahal di Jakarta, tembus Rp 50.000/kg. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Harga bawang putih makin mahal di Jakarta, tembus Rp 50.000/kg. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Harga bawang putih makin mahal di Jakarta, tembus Rp 50.000/kg. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

“Masing-masing (importir) punya case (persoalan) sendiri, tapi problem (masalah) utama di SPI, karena tidak jelas rilis-nya. Ujung-ujungnya dirilis (dikeluarkan) semua akhir tahun, bulan Desember dengan angka SPI yang tidak masuk akal,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Jaya, harga bawang putih internasional sekarang ini sedang tinggi, sehingga turut menjadi andil besar dalam kenaikan harga di dalam negeri.

Jaya mengungkapkan, harga bawang putih internasional saat ini berkisar di US$1.500 per metrik ton. Padahal normalnya, harga bawang putih internasional berkisar di US$800-US$900 per metrik ton, sehingga saat harga normal bisa didapat harga bawang putih Rp25.000-Rp30.000 per kg di pasaran.

“Harga internasional sekarang tinggi, berkisar di US$1.500 per metrik ton. Normalnya US$800-US$900 per metrik ton. Kurs dollar (atau nilai tukar rupiah) juga sangat berpengaruh (terhadap kenaikan harga bawang putih di dalam negeri),” terang dia.

Adapun kebutuhan bawang putih nasional per tahunnya, kata Jaya, sebesar 600 ribu ton, dan lebih dari 90% kebutuhan tersebut masih ditopang dengan importasi.

“Rata-rata kebutuhan (bawang putih) per tahun 600 ribuan ton. Produksi dalam negeri saya belum pernah dapat angkanya, karena belum pernah lihat barangnya ada di pasaran, semua impor dari China. Negara selain China tidak ada yang bagus. India ada bawang putih, tapi kualitas kurang bagus, bentuknya kecil, mirip bawang lokal,”pungkasnya

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Diam-Diam Harga Bawang Putih Ngamuk Tembus Rp 50.000/Kg, Ada Apa?


(wur)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *